Kartu Debit Ber-chip Akan Diterapkan

Berbagai kartu debit sejumlah bank di unit layanan pembayaran,
 Kamis (18/2) di Jakarta. Tiga bank nasional, yaitu BCA, Bank Permata,
 dan Bank Mandiri, siap menguji coba pengalihan kartu debit
 magnetik ke kartu berteknologi chip pada semester I-2010, sesuai
 peraturan Bank Indonesia, guna menghindari terjadinya kecurangan.

Bank Indonesia (BI) meminta perbankan untuk segera menerapkan kartu debit dengan teknologi chip mulai minggu depan. Hal itu seiring dengan mulai adanya lembaga sertifikasi untuk kartu ATM atau kartu debit berbasis chip.

Imaduddin Sahabat, Deputi Direktur Departemen Akuntasi Sistem pembayaran BI menjelaskan pihak perbankan harus segera menerapkan kartu debit atau kartu ATM berbasis chip ini secepatnya.

Meski demikian, BI memberi tenggat waktu hingga akhir 2015 dan 1 Januari 2016 seluruh bank sudah menerapkan kartu debit berchip di seluruh kartu debit.

"Bank harus punya rencana, harus ada perubahan. Dari awal tahun kami sudah meminta pihak perbankan untuk menerapkan kartu debit/kartu ATM berbasis chip ini. Tapi belum diimplementasi juga. Harapannya minggu depan sudah mulai sertifikasi bertahap dan sudah ada yang mulai menerapkan kartu baru tersebut," kata Imaduddin selepas penandantanganan kerjasama pendirian PT Citra Bhakti Indonesia di World Trade Center Jakarta, Selasa (24/7/2012).

Implementasi tersebut juga seiring dengan Peraturan Bank Indonesia no 11/11/PBI/2009 tangal 13 April 2009 tentang penyelenggaraan kegiatan alat pembayaran dengan menggunakan kartu (APMK) berteknologi chip serta menggunakan pin pada kartu atm dan kartu debit yang diterbitkan di Indonesia.

Dengan penerapan kartu debit dan kartu ATM berteknologi chip ini, maka akan menggeser keberadaan kartu debit dan kartu ATM yang memakai teknologi magnetic stripe (gesek).

"Jadi bank saat ini hanya boleh mengajukan kartu debit dan kartu ATM berteknologi chip. Untuk pengguna lama yang masih menggunakan teknologi magnetic stripe, secara bertahap akan ditukar dengan yang memakai chip," tambahnya.

Untuk biaya pembuatan kartu, karena sudah bisa dibuat di Indonesia, maka investasi yang dikeluarkan pun akan lebih murah. Biasanya biaya untuk membuat satu kartu kredit mencapai 5 dollar AS. Kini, harga kartu debit dan kartu ATM berchip ini akan bisa ditekan.

Saat ini, jumlah kartu kredit di Indonesia hingga akhir 2011 mencapai 13 juta kartu dan kartu debit mencapai 60 juta kartu. Direktur PT Wahyu Kartumasindo International Ruddy Hartanto menjelaskan harga kartu debit maupun ATM ini akan sangat tergantung dari sisi kompleksitas dan sisi keamanan chip.

"Harga chip-nya saja sekitar 70 sen hingga 1,5 dollar AS. Untuk satu kartu debit dengan teknologi chip bisa menjadi 2 dollar AS," kata Ruddy.

Direktur BCA Suwignyo Budiman menjelaskan pihaknya saat ini masih dalam masa percobaan untuk memakai kartu debit/ATM berbasis chip. "Tapi kami baru bisa secara bertahap untuk migrasi ke kartu chip mulai tahun depan," kata Suwignyo.

Penerapan kartu debit/ATM berbasis chip ini mulai tahun depan disebabkan karena perseroan mempertimbangkan biaya investasi untuk pembuatan kartu debit/ATM berbasis chip tersebut.

"Kita kan punya 10 juta kartu debit/ATM. Sehingga tidak mungkin kalau dilakukan minggu depan. Harus bertahap," katanya.



sumber artikel:kompas.com