Diputus pailit, bagaimana nasib Batavia Air?

Diputus pailit, bagaimana nasib Batavia Air?

Di tengah persaingan industri penerbangan nasional yang semakin ketat, Batavia Air berhasil bertahan mengudara selama 10 tahun. Sebelum akhirnya, kemarin, Rabu (30/1), maskapai penerbangan ini dengan terpaksa memutuskan berhenti beroperasi.

Batavia Air berhenti terbang terhitung sejak hari ini, Kamis (31/1) pukul 00.00 WIB. Keputusan ini diambil setelah Pengadilan Niaga Jakarta Pusat mengetok palu dan memutuskan Batavia Air pailit.

Maskapai ini memenuhi syarat untuk dinyatakan pailit, sesuai dengan UU nomor 37 tahun 2004 tentang kepailitan. Gugatan pailit dilayangkan oleh perusahaan sewa guna pesawat International Lease Finance Corporation (ILFC) terhadap Batavia Air karena maskapai ini tidak mampu membayar utang jatuh tempo hingga 13 Desember 2012 yang jumlahnya mencapai USD 4,68 juta.

Utang tersebut berasal dari kewajiban pembayaran sewa, cadangan (reserves), dan bunga keterlambatan pembayaran. Dari berkas yang diajukan pemohon, disebutkan bahwa Batavia menyewa pesawat Airbus A330-202 dengan nomor serial pabrikan 205 dengan dua mesin General Electric.

Setelah keluarnya putusan tersebut, jajaran direksi dan manajemen Batavia Air pun langsung menggelar rapat. Bagaimana nasib Batavia Air mulai hari ini? Humas Batavia Air Elly Simanjuntak menyatakan dengan sangat terpaksa maskapai ini tidak lagi terbang. "Manajemen Batavia Air pun menerima putusan pailit tersebut," ujar Elly.

Setelah keluarnya putusan pailit tersebut, seluruh kegiatan operasional bisnis penerbangan Batavia Air otomatis ditutup dan dihentikan. "Surat Pemberitahuan Stop Operasi sudah dikirimkan kepada Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti," lanjut Elly.

Bagaimana dengan nasib karyawannya? Elly menjelaskan, dengan berhenti beroperasinya Batavia Air, maka otomatis seluruh karyawannya diberhentikan. Mulai dari kru pesawat yakni pilot dan pramugari, hingga karyawan yang selama ini bekerja di kantor Batavia Air.

"Seluruh karyawan Batavia Air efektif mulai 31 Januari 2013 dengan sangat terpaksa diberhentikan secara hormat," kata Elly.

Lalu, bagaimana dengan penumpang yang sudah terlanjur memesan tiket Batavia Air? Penumpang yang sudah terlanjur memesan tiket pesawat bisa mengembalikan tiket yang sudah dipesan.

"Bagi penumpang yang sudah pesan tiket, bisa datang dan lapor ke kantor perwakilan kami untuk pencatatan refund," ucapnya.

Meski bakal dilakukan pencatatan atas tiket yang sudah terlanjur dipesan, manajemen Batavia Air tidak bisa menjamin tiket tersebut bisa dikembalikan. Alasannya, segala sesuatu yang berurusan dengan dampak dari putusan pailit, diserahkan sepenuhnya ke kurator.

"Kami sendiri tidak bisa mengatakan tiket bisa dikembalikan, kami berusaha semaksimal mungkin membantu pengembalian tiket. Kami melakukan pencatatan dan kami serahkan sepenuhnya ke kurator. Ada empat kurator yang sudah ditunjuk," jelasnya.

Kementerian Perhubungan pun langsung angkat bicara. Dirjen Hubungan Udara Kemenhub Herry Bakti meminta manajemen Batavia Air standby di bandara-bandara untuk memberi penjelasan kepada penumpang. Layanan terhadap penumpang, kata dia, harus menjadi prioritas atau yang utama.

Pemerintah juga merespons putusan pailit Batavia Air termasuk terkait rute penerbangan yang selama ini dilayani oleh maskapai tersebut. Kementerian Perhubungan mengatakan akan memberikan izin kepada maskapai lain selain Mandala Airlines untuk mengambil rute Batavia Air. Yang terpenting, masyarakat yang biasa terbang dengan Batavia Air ke rute-rute yang selama ini dilayani maskapai tersebut, tidak kesulitan.

Herry mengimbau maskapai lain untuk mengambil rute Batavia Air agar masyarakat tetap terlayani. "Kita beri izinkan maskapai lain untuk mengambil. Kita antisipasi dengan terjadinya pailit," ucap Herry.

Sejauh ini, kata Herry baru maskapai penerbangan Mandala Airlines yang telah menyetujui ini. Persetujuan ini juga dilakukan pihak Batavia dengan Mandala. Selain itu, Lion Air dan Sriwijaya Air juga tengah dibujuk untuk melayani rute penerbangan yang selama ini dipegang oleh Batavia Air.

Maskapai Batavia Air selama ini melayani 44 rute penerbangan domestik dengan 33 armada yang dimiliki. Sesungguhnya, maskapai ini melayani 64 rute penerbangan. Namun Batavia Air memangkas jumlah rute penerbangan setelah gagalnya proses akuisisi oleh AirAsia. Batavia mengurangi 20 rute penerbangannya setelah akuisisi AirAsia urung dilakukan.

Batavia Air menambah panjang daftar maskapai penerbangan nasional yang terpaksa berhenti beroperasi karena bangkrut.

source:merdeka.com