Penemuan Darah Gajah Purba Kejutkan Ilmuwan

Penemuan Darah Gajah Purba Kejutkan Ilmuwan


MOSCOW - Ilmuwan Rusia mengklaim telah menemukan darah di kerangka fosil Mammoth berbulu. Temuan darah ini meningkatkan peluang ilmuwan untuk dapat mengkloning makhluk purba tersebut.

Dilansir Discovery, Kamis (30/5/2013), ekspedisi yang dipimpin ilmuwan Rusia awal bulan ini menemukan darah di kerangka mammoth berbulu. Mammoth atau gajah purba ini diyakini merupakan betina yang terawat baik dan ditemukan di sebuah pulau terpencil di Samudera Arktik.

Semyon Grigoryev, kepala ekspedisi mengatakan, hewan purba ini mati sekira usia 60 tahun. Hewan ini mati sekira 10 ribu sampai 15 ribu tahun lalu. Mammoth ini merupakan betina yang pertama kali ditemukan.

Yang mengejutkan ialah, bangkai ini begitu terlestarikan. Sehingga, masih memiliki darah dan jaringan otot. "Ketika kami memecahkan es di bawah perutnya, darah mengalir keluar dari sana, itu sangat gelap," kata Grigoryev, ilmuwan Northeastern Federal University yang berbasis di Yakutsk.

Beberapa waktu lalu, dikabarkan bahwa mammoth yang pernah hidup sekira 12 ribu tahun lalu diyakini punah akibat hantaman meteor ke Bumi. Peneliti berasumsi bahwa komet atau meteor raksasa menyebabkan perubahan cepat dan drastis dalam iklim di Bumi.

Oleh karena hewan purba ini tidak mampu beradaptasi, maka mereka tidak mampu lagi bertahan hidup dalam waktu lama. Beberapa studi mengenai hubungan kepunahan spesies mammoth ini terkait dengan perburuan masa lampau.