Ini Dia Program Penyelamatan Merpati Sebelum Ditutup

Ini Dia Program Penyelamatan Merpati Sebelum Ditutup
PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) saat ini menghadapi masalah keuangan. Merpati punya utang hingga Rp 6,5 triliun.

Melihat kondisi ini, direksi Merpati dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) merancang program penyelamatan maskapai pelat merah ini.

Setidaknya ada 4 program penyelamatan Merpati sebelum diputuskan untuk dilikuidasi. Mau tahu program penyelamatan Merpati? Berikut hasil penelusuran detikFinance, Rabu (31/7/2013).




1. Konversi utang jadi saham

Utang Merpati saat ini telah tembus Rp 6,5 triliun. Hal ini sangat membebani perseroan. Melihat kondisi ini, direksi Merpati dan Kementerian program debt equity swap sebagai program penyelamatan Merpati. Program ini mengkonversi utang ke dalam saham.






2. Pengecilan Ukuran Usaha

Strategi lain adalah memperkecil ukuran bisnis Merpati. Beberapa unit bisnis dihilangkan dan fokus pada usaha tertentu. Langkah yang ditempuh seperti Merpati tidak terbang lagi tetapi memaksimalkan anak usahanya di bidang perawatan pesawat atau Merpati tetap terbang tetapi fokus terbang di Indonesia Timur.


3. Penawaran ke Investor

Menawarkan Merpati ke investor. Skema yang ditawarkan melalui strategic sales. Investor diundang untuk memiliki saham minoritas Merpati. Investor bisa mengajukan permohonan melalui proposal yang diajukan ke Kementerian BUMN. Namun para investor umumnya ingin utang Merpati senilai Rp 6,5 triliun dihilangkan terlebih dahulu.








4. Ditangani PT PPA

Menteri BUMN Dahlan Iskan  menyerahkan nasib Merpati ke BUMN investasi dan kelola aset yaitu PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Nantinya PPA mempunyai kewenangan sepenuhnya untuk merestrukturisasi Merpati. Berita terbaru, PPA belum menerima surat penugasan untuk restrukturisasi Merpati.


source:finance.detik.com