Pentingnya Menanamkan Sopan Santun Sejak Dini

Pentingnya Menanamkan Sopan Santun Sejak Dini


Seiring berkembangnya zaman dan meluasnya pengaruh globalisasi, sikap sopan santun kini merupakan hal yang semakin sulit ditemui. Bahkan, menurut psikiater asal Inggris, Dr. Clive Sherlock, saat ini generasi muda kian egois dan kurang menghormati orang lain.

Dalam pandangannya, hal ini diakibatkan oleh gaya hidup yang kian sibuk dengan diri sendiri, dan enggan memikirkan perasaan orang lain. Demikian pendapat Dr. Sherlock, seperti yang dilansir dari Daily Mail. Oleh sebab itu, ada baiknya sejak dini, si kecil mulai diperkenalkan dengan perilaku sopan santun terhadap sesama, terutama yang lebih dewasa darinya.

Simak panduan cara mengajarkan sopan santun kepada anak berikut ini, seperti yang dilansir dari berbagai sumber.

Sikap saling menghormati
Percaya atau tidak, mengajarkan sopan santun perlu dimulai dari bagaimana orangtua memperlakukan anak sejak lahir, begitu juga terhadap orang lain. Anak seringkali mencontoh apa yang orangtuanya lakukan. Ingat! Kesopanan adalah sebuah kemampuan yang lebih kreatif dan tulus ketimbang apa yang bisa dipelajari anak dari sebuah buku etiket.

Biasakan sejak dini
Ajak balita Anda untuk mengatakan “Tolong” dan “Terima kasih” sejak dini. Kendati mereka tak sepenuhnya mengerti arti dari kata-kata tersebut, balita akan mengartikan kata “Tolong” sebagai cara tepat mendapatkan apa yang ia inginkan. Begitu pula, kata “Terima kasih” adalah cara mengakhiri interaksi dengan baik. Tanamkan ini sebagai kebiasaan dan jadikan kosakata yang baik bagi anak. Pada akhirnya mereka akan terbiasa dengan pemahaman, membuat orang lain merasa senang.

Jangan dipaksakan
Bahasa adalah kemampuan yang sebaiknya tidak dipaksakan. Boleh saja sesekali Anda memintanya mengatakan “Tolong” atau “Terima kasih”. Namun, selalu mengulang permintaan Anda tersebut secara kaku akan membuat mereka merasa bosan. Jadi, jika Anda ingin meminta anak mengatakannya, sebaiknya katakan secara baik, lemah lembut, dan tersenyum.

Gunakan nama saat berinteraksi
Coba biasakan memanggil nama ketika berinteraksi dengan anak-anak. Namun, tentu saja dengan cara yang hangat. Anak-anak juga akan belajar sopan santun dengan bicara menyertakan namanya. Misalnya, “Papa, boleh Andri...” atau “Ma, Mia ijin ke…”. Kendati sesekali permintaan anak sedikit mendesak atau memaksa, orangtua pasti akan lebih terkesan dengan kata-kata yang sopan bukan!

Sopan ketika mengoreksi
Ketika anak tanpa sengaja melakukan sebuah kebodohan atau kesalahan, jaga intonasi suara Anda agar tetap terkontrol. Upayakan selalu ada kontak mata dan letakkan tangan di bahunya sambil menasihati. Bahasa tubuh ini tanpa Anda sadari mengungkapkan jika Anda mengoreksinya karena peduli, bukan marah.

Selamat mencoba!