Prospek Menarik Bisnis Organik, Tergelitik?

Prospek Menarik Bisnis Organik, Tergelitik?


Ragu dengan sayuran yang Anda makan? Takut mengandung racun dari pestisida kimia? Mungkin Anda berpikir tubuh Anda tidak apa-apa tetapi bagaimana dengan putra-putri kesayangan anda yang daya tahan tubuhnya masih rentan dan hidupnya masih panjang?

Kesadaran terhadap kesehatan di Indonesia semakin meningkat seiring kemunculan penyakit-penyakit degeneratif akibat mengoonsumsi pangan tidak sehat. Gaya hidup sehat dengan menyantap makanan organik kini pun menjadi tren.

Sayuran dari pertanian konvensional mungkin terlihat bagus dan sehat. Hanya saja, dalam beberapa kali penelitian yang telah dipublikasikan bahan pangan dari hasil pertanian sering kali tidak ramah lingkungan dan membahayakan kesehatan.

Membeli sayuran organik dari swalayan pun harganya sangat mahal. Lalu mengapa tidak mencoba mandiri pangan dari rumah sendiri. Bagaimana caranya?

Dalam workshop “Doing Organic at Home” di acara Bogor Organic Fair 3 dan Festival Herbal Indonesia, Soeparwan Soelaiman, salah seorang praktisi yang menggeluti bidang pemanfaatan pekarangan mengemukakan tentang konsep Halaman Organik.

“Halaman organik yaitu membuat halaman rumah kita menjadi taman rumah yang produktif dan enak dilihat, yang diperlukan adalah memperlakukan dengan organik dan pemanfaatan sampah rumah,” jelasnya.

Tak harus membuat langsung seluruh halaman menjadi taman, mulailah dari yang mudah dulu seperti pemanfaatan wadah bekas untuk pot menanam tanaman sayur.

Agar tanaman tumbuh subur dan sehat, Pak Soeparman menggunakan konsep analogi rumah sehat yang kemudian diterapkan kepada tanaman. Pertama rumah butuh sirkulasi udara yang baik maka tanaman butuh tanah yang gembur. Kedua makanan sehat sangat penting sehingga tanaman butuh pupuk organik.

Berikutnya sanitasi yang baik dan air bersih, itu berarti tanaman memerlukan air yang tidak tercemar dan terakhir ventilasi udara yang diterjemahan menjadi kebutuhan sinar matahari mencukupi bagi pertumbuhan tanaman organik.


Lalu bagaimana dari segi bisnisnya?

Bisnis organik dan herbal ini prospeknya sangat cerah,” ujar Bambang Ismawan, ketua. Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (25/6). Pernyataan itu diamini oleh narsumber lain yang mengakumerasakan betul perkembangan bisnisnya dari tahun ke tahun.

Ibu Ning misalnya yang awal karirnya dari kegiatan PKK hingga sekarang sudah merambah mancanegara karena mengusahakan bisnis herbal Mahkota Dewa. Dokter Prapti pun mengatakan hal yang sama, pasien yang memilih pengobatan dengan herbal semakin bertambah.

Dokter Prapti menilai khasiat obat herbal memang tidak kalah dalam menyembuhkan dibanding obat-obatan kimia. Inilah yang membuat obat herbal semakin menjadi pilihan pasien dalam pengobatan. Obat herbal pun fungsinya tidak hanya untuk penyembuh melainkan juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga orang sehat bisa mengkonsumsinya.

Untuk memulai berbisnis organik atau herbal, diperlukan modal yang ternyata sudah mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti investor. David Darmawan seorang CEO muda yang juga pencetus konsep Green Investment menilai investor-investor asing dari luar negeri banyak yang tertarik dengan konsep tersebut sehingga sangat memungkinkan untuk berkembangnya bisnis organik ini.

“Pada akhirnya seluruh dunia akan mengarahkan ekonominya ke konsep Green Economy karena konsep itulah yang akan mendukung pembangunan berkelanjutan” jelas David.

Tunggu apa lagi, mulailah untuk bertanam tanaman pangan organik dari mulai rumah anda sendiri.

(republika.co.id)