Anatomi Minuman Bersoda

anatomi minuman soda
Mari kita lihat ” anatomi ” dari salah satu produk yang paling diiklankan dari “Coca – Cola, Co.” – Coca-Cola ringan tanpa kafein (Coca-Cola Light without caffeine). Minuman ini mengandung air berkarbonasi (Aqua Carbonated), E150D, E952, E951, E338, E330, Aromas, E211.

Air berkarbonasi yang dimaksud adalah air mineral. Hal ini akan membangkitkan sekresi lambung, meningkatkan keasaman asam lambung dan menimbulkan perut kembung dan memperbanyak evolusi gas. Selain itu, air dari mata air alami tidak digunakan, tetapi digunakan air yang disaring secara teratur.

E150D – Caramel_color, atau pewarna makanan (food coloring), diperoleh melalui pengolahan gula pada suhu tertentu, dengan atau tanpa penambahan reagen kimia (chemical reagents). Dalam  kemasan coca -cola, ditambahkan amonium sulfat.

E952 – Sodium Siklamat (Sodium Cyclamate) adalah pengganti gula. Siklamat adalah bahan kimia sintetis, memiliki rasa manis, yaitu 200 kali lebih manis dari gula dan digunakan sebagai pemanis buatan. Pada tahun 1969 pemanis itu dilarang oleh FDA karena seperti sakarin dan aspartam yang dapat menyebabkan kanker pada kandung kemih tikus saat dilakukan penelitian. Pada tahun 1975, larangan juga diberlakukan di Jepang, Korea Selatan dan Singapura. Pada tahun 1979, Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization), “tiada yang tahu kenapa?” – Cyclamates kembali direhabilitasi dan diakui aman untuk dikonsumsi. Aneh khan?

E950 – Acesulfame Potassium, 200 kali lebih manis dari gula, yang mengandung metil eter, dimana akan memperburuk pengoperasian sistem kardiovaskular. Zat ini juga mengandung asam asparaginic yang juga dapat menyebabkan efek perangsang pada sistem saraf kita dan dalam waktu lama dapat menyebabkan kecanduan. Acesulfame demikian buruk untuk dicerna dan tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh anak-anak dan wanita hamil.

E951 – Aspartame. Sebuah zat pengganti gula bagi penderita diabetes dan secara kimiawi tidak stabil: pada suhu tinggi zat itu terurai menjadi metanol dan fenilalanin. Methanol sangat berbahaya: 5 – 10 ml dapat menyebabkan kerusakan saraf optik dan kebutaan yg tak dpt diubah (irreversible blindness). Dalam minuman ringan yang hangat, aspartame berubah menjadi formaldehida (formaldehyde) yang mengandung karsinogen yang sangat kuat. Beberapa jumlah kasus dengan keracunan aspartam meliputi: tak sadar diri, sakit kepala, kelelahan, pusing, mual, jantung berdebar (palpitation), berat badan naik, lekas marah, kecemasan, kehilangan memori, penglihatan kabur, pingsan, nyeri sendi, depresi, menurunkan kesuburan, menyebabkan gangguan pendengaran dan lain-lain. Aspartame dapat juga memprovokasi atau menyebabkan penyakit berikut: tumor otak, MS (Multiple Sclerosis) atau sklerosis ganda (merupakan suatu kelainan peradangan yang terjadi pada otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh banyak faktor), epilepsi, Graves’ disease atau penyakit Graves (penyakit autoimun), kelelahan kronis, alzheimer , diabetes , defisiensi mental dan TBC.

E338 – Asam Ortofosfat (Orthophosphoric Acid), zat ini dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Hal ini digunakan untuk produksi garam asam fosfat amonia, natrium, kalsium, aluminium dan juga dalam sintesis organik untuk produksi arang dan pita kaset film, untuk produksi bahan tahan api, keramik, kaca, pupuk, deterjen sintetik, obat-obatan, industri logam, industri tekstil dan industri perminyakan. Makanan berasam ortofosfat (food orthophosphoric acid) digunakan dalam produksi air berkarbonasi dan untuk persiapan bahan kue. Telah diketahui bahwa asam ortofosfat mengganggu penyerapan kalsium dan zat besi dari tubuh yang dapat menyebabkan melemahnya tulang dan osteoporosis. Efek samping lain adalah rasa haus dan ruam pada kulit.

E330 – Asam Sitrat (Citric Acid), zat ini tersebar luas di alam dan digunakan dalam industri farmasi dan makanan. Garam dari asam sitrat atau sitrat yang digunakan dalam industri makanan dipakai sebagai asam, pengawet, penstabil dan di bidang medis – untuk melestarikan darah .

E211 – Sodium Benzoate, zat ini digunakan dalam produksi beberapa produk makanan , sebagai agen anti bakteri dan anti jamur. Produk-produk ini mengacu pada selai, jus buah dan yoghurt buah. Ini tidak dianjurkan untuk digunakan oleh penderita asma dan orang-orang yang sensitif terhadap aspirin. Sebuah studi yang dilakukan oleh Peter Piper di Universitas Sheffield di Inggris, telah menemukan bahwa senyawa ini menyebabkan kerusakan yang signifikan pada DNA. Menurut kata-katanya, natrium benzoat yang merupakan komponen aktif dalam pengawet tidak merusak DNA, tapi menonaktifkannya! Hal ini dapat menyebabkan sirosis dan penyakit degeneratif seperti penyakit Parkinson.

Jadi, ternyata apa? Nah, ternyata bahwa “resep rahasia” dari coca -cola dan semua minuman ringan bersoda, adalah salah satu permainan iklan.

Rahasia apa yang ada di sana, ketika produk itu dikenalkan kepada kita bahwa produk ini adalah solusi lemah berefek mirip kokain dengan pengawet, pewarna, stabilisator dan lainnya, Produk ini membuat kecanduan mirip kokain yang disahkan, ditambah racun murni. Diet Coke bahkan lebih buruk karena aspartam di dalamnya menggantikan gula, yang menjadi racun neurotoksik murni!!

source:indocropcircles.wordpress.com