Kisah Makam Babat Alas Pandansari yang Lolos dari Amukan Abu Kelud

Makam Mbah Bendol
Sebuah bangunan kecil yang dipercaya masyarakat Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, sebagai punden atau makam leluhur lolos dari terjangan abu vulkanik Gunung Kelud. Padahal, ribuan rumah penduduk di desa selatan Bendungan Selorejo ini rusak akibat muntahan material gunung tersebut.

Warga mempercayai punden itu adalah makam Suwandi atau dikenal Mbah Bendol. Dari cerita turun temurun, masyarakat menyebut Mbah Bendol babat alas Desa Pandansari terletak 6 kilometer dari Gunung Kelud.

Bagi masyarakat Jawa, punden merupakan tempat wingit atau sakral. Dimana merupakan tempat sejarah bagi leluhur.

Tak sangka, gempuran abu vulkanik dan hujan batu tak menyentuh bangunan berkuncup kecil, dengan dua makam di dalamnya. Yang dipercaya bersemayam jasad Mbah Bendol dan istrinya Mbah Mentrik.

Nampak genteng hingga bangunan dibawahnya tetap kokoh, begitu juga dengan pohon beringin besar di belakang bangunan tersebut.

Siapa sosok Mbah Bendol sebenarnya, dari cerita turun temurun yang diungkapkan warga, Mbah Bendol adalah orang yang pertama kali membuka (babat alas, red) pemukiman Desa Pandansari.

Mbah Bendol dikenal sebagai warga asal Mataram (Jawa Tengah, red).

"Yang di situ makam Mbah Bendol, babat alas di sini (Pandansari, red)," cerita Lamadi Kasun Kutut, Senin (17/2/2014).

Bagi warga, sosok Mbah Bendol tak lepas layaknya masyarakat desa umumnya. Sederhana dan bertekad mendirikan pemukiman di wilayah tersebut.

"Itu cerita kakek buyut kami, Mbah Bendol yang pertama di sini," terang Suyanto warga lain.

Keasrian lingkungan makam dengan pepohonan tetap menjulang tanpa terkena abu vulkanik menunjukkan jika Mbah Bendol memiliki keistimewaan tersendiri.

source:news.detik.com