Ekspedisi Laut Dalam Mengungkap Bagaimana Benua Terbentuk (1)

Ekspedisi Laut Dalam Mengungkap Bagaimana Benua Terbentuk
Diagram Palung Filipina menunjukkan gempa Bumi
besar berkekuatan 7 skala Richter atau lebih besar
yang bersejarah, gerakan lempeng tektonik.
Ilustrasi: Ye, et al/GRL Vol.39
Sebuah kapal penelitian samudra, yang terjadwal berlayar pada Maret 2014 berusaha mencapai rantai gunung berapi bawah laut yang dikenal sebagai Busur Izu-Bonin yang membentang 1.550 mil (2.500 kilometer) dari Gunung Fuji di Jepang ke wilayah AS di Guam.

Tujuannya mengebor sekitar 1,5 mil (2,4 kilometer) di bawah dasar laut, menelusur kembali ke 40 juta tahun lalu untuk memahami persis bagaimana awal terjadinya benuayang terbentuk di bawah gunung berapi dari waktu ke waktu.

Pembentukan misterius

Meskipun benua mungkin tampak biasa, Bumi adalah "satu-satunya planet yang diketahui memiliki peradaban," kata James Gill, geolog University of California, Santa Cruz  yang mengikuti ekspedisi.

Benua-benua ini terdiri dari kerak yang lebih ringan dan tebal  di atas kerak samudra yang lebih padat dan tipis. Kerak samudra kaya elemen berat seperti besi dan magnesium  yang ditemukan di lapisan padat, batu panas yang mengalir di bawah kerak dan dikenal sebagai mantel bumi, kata Cathy Busby, geolog University of California, Santa Barbara  yang juga mengikuti ekspedisi.

Air kemudian mengisi palung yang terbentuk di kerak samudra yang mendominasi, membentuk lautan. "Anda dapat menganggap benua seperti es batu atau gunung es yang mengambang di air," kata Busby.

Meskipun para ilmuwan memahami di mana benua terbentuk, di lokasi di mana lempengan tektonik mensubduksi, atau menyelam kembali ke dalam mantel Bumi, tapi bagaimana benua terbentuk belum sepenuhnya terjelaskan.

(Christantiowati. Sumber: Live Science)|nationalgeographic.co.id